Pengantar websphere application server

Pengantar websphere application server

0 2

Bagi yang belum pernah mendengar aplikasi bernama websphere,tulisan ini akan memberikan gambaran mengenai Websphere. Websphere application server (was) adalah produk keluaran IBM yang berfungsi sebagai web server. Merupakan produk yang serupa dengan apache, glassfish, dan IIS.

Was sendiri adalah aplikasi yang handal dan reliable. Banyak perusahaan besar menggunakan was untuk menangani aplikasi skala enterprise yang membutuhkan pengolahan data dalam jumlah besar.

Kali ini kita akan coba membahas sedikit cara menggunakan was. Dalam was sendiri kita mengenal beberapa komponen diantaranya.

  1. Stand-alone server adalah server WAS yang tidak di-manage dalam suatu cell(secara distributed).Jika kita menggunakan sistem deployment secara remote melalui suatu jaringan, maka kita dapat membuat WAS dalam bentuk distributed atau stand-alone server environment.
  2. Distributed server adalah beberapat server yang di-manage dari satu server sebagai deployment manager dalam suatu Disebut juga managed servers.
  3. Application server Suatu proses penyediaan fungsi yang dibutuhkan untuk mendukung penerapan applikasi oleh user. Application server dapat berbentuk stand-alone application server maupun distributed application servers.
  4. Profiles Untuk membangun environtment WAS yang berbeda-beda kita perlu menginstall WAS dan kemudian membuat satu set konfigurasi yang disebut profile.
  5. Deployment manager Adalah pusat untuk mengatur cell yang terdiri dari beberapa node pada distributed server WAS
  6. Node agent Digunakan oleh deployment manager untuk me-manage proses pada masing-masing
  7. nodeCell Sekumpulan node yang dimanage dalam domain yang sama.

A stand-alone application server dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi berbasis J2EE-dan cocok untuk proses development aplikasi. Untuk membuat stand-alone application server kita harus membuat WAS profile pada satu server fisik dengan satu application server. Profile sudah mendefinisikan sebuat application server,node, dan cell sekaligus. Pada distributed server terdapat kelebihan yang tidak terdapat pada stand-alone server yaitu load balancing, dan high avaibility (HA). Untuk membangun system yang mendukung fitur tersebut dibuat cluster yang terdiri dari beberapa server. Langkah-langkah untuk membangun distributed server adalah:

  1. Membuat deploymenet manager ( hanya support satu cell untuk satu dmgr)
  2. Membuat custom profile yang mana akan membuat default Cell, node, dan node agent.
  3. mengelompokan node kedalam dmgr cell dengan menggunakan perintah addNode. Apabila suatu node ditambahkan kedalam dmgr cell makan node tesebut sudah tidak menjadi bagian default Cell.

Pada kesempatan lain akan disampaikanmengenai cara membangun stand-alone server dan distributed server dengan lebih rinci.

NO COMMENTS

Leave a Reply